Temuan Langka NASA: Cincin Berlian Raksasa Bersinar di Rasi Cygnus

Sebuah struktur kosmik memukau yang diberi julukan “cincin berlian” kini menjadi perhatian dunia astronomi. Foto menakjubkan ini memperlihatkan lingkaran gas bersinar dengan satu gumpalan terang di sampingnya—menyerupai kilauan permata pada sebuah cincin.

Objek ini terletak 4.500 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di rasi bintang Cygnus, dan dipublikasikan pada 17 November 2025. Penemuan ini tidak hanya memesona secara visual, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang cara bintang-bintang masif memengaruhi lingkungan kosmik di sekitarnya.

**Gelembung Gas Raksasa Berdiameter 20 Tahun Cahaya**

Fenomena yang disebut “diamond ring” ini merupakan gelembung gas karbon terionisasi yang mengembang di wilayah pembentuk bintang Cygnus X. Diameternya mencapai sekitar 20 tahun cahaya, menjadikannya struktur besar yang terbentuk akibat radiasi intens dan angin bintang dari sebuah bintang masif dan sangat panas.

Berbeda dari gelembung kosmik lain yang umumnya berbentuk bola sempurna, gelembung ini mengembang di dalam awan molekul datar—tempat padat yang menjadi dapur kelahiran bintang. Ketika gelembung itu menabrak struktur datar ini, bentuknya menjadi tidak simetris dan akhirnya pecah.

Menariknya, usia fenomena ini masih sangat muda dalam skala kosmik: baru sekitar 400.000 tahun, relatif muda dibandingkan usia hidup bintang-bintang masif yang biasanya hanya beberapa juta tahun.

**Ilusi Optik Kosmik yang Menipu**

Ketika pertama kali diamati, sebuah gumpalan bintang muda terang tampak persis berada di sisi lingkaran, seolah menjadi “berliannya”. Namun, analisis mendalam mengungkap fakta mengejutkan: gumpalan tersebut bukan bagian dari cincin, melainkan berada ratusan tahun cahaya di depan struktur itu.

Ilusi optik kosmik ini terjadi semata karena sudut pandang kita dari Bumi. Temuan ini menegaskan betapa besar peran dan dampak satu bintang masif terhadap area di sekitarnya.

**Dampak Bintang Masif Terhadap Lingkungan Kosmik**

Nicola Schneider, salah satu penulis studi yang diterbitkan dalam Astronomy and Astrophysics, mengatakan: “‘Cincin berlian’ ini adalah contoh utama betapa besarnya pengaruh satu bintang terhadap keseluruhan kompleks awan gas.”

Ia menambahkan bahwa proses seperti ini penting untuk memahami bagaimana bintang-bintang baru terbentuk di galaksi Bima Sakti. Dengan kata lain, fenomena ini membantu ilmuwan membaca “jejak” bagaimana energi bintang mengubah struktur awan kosmik, memicu atau bahkan menghambat kelahiran bintang-bintang baru.

**Teknologi SOFIA Ungkap Detail Menakjubkan**

Keindahan dan detail cincin ini berhasil ditangkap berkat SOFIA (Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy)—sebuah teleskop inframerah berdiameter 2,7 meter yang dipasang di pesawat Boeing 747SP.

Terbang di ketinggian 45.000 kaki (13.700 meter), SOFIA dapat mengamati alam semesta dalam panjang gelombang inframerah yang tidak bisa ditangkap teleskop di permukaan karena terhalang atmosfer.

SOFIA pertama kali beroperasi pada 2010, tetapi dihentikan misinya pada 2022 karena kendala anggaran. Meskipun demikian, arsip datanya yang luas masih terus menghasilkan penemuan baru, termasuk “cincin berlian” ini.

**Berbeda dengan Fenomena Gerhana Matahari**

Perlu dicatat, istilah “diamond ring” juga digunakan dalam astronomi untuk menggambarkan momen dramatis ketika sebuah titik cahaya matahari tampak muncul di tepi bulan selama gerhana matahari total. Meskipun sama-sama memukau, kedua fenomena ini tidak saling berkaitan dan terbentuk melalui mekanisme yang sepenuhnya berbeda.

**Laboratorium Alami untuk Penelitian Astronomi**

“Cincin berlian” di Cygnus ini bukan hanya indah dipandang, tetapi juga berperan sebagai laboratorium alami bagi para astronom untuk memahami dinamika awan molekul dan proses pembentukan bintang.

Struktur bercahaya ini menjadi bukti bagaimana sebuah bintang dapat membentuk, mengubah, bahkan merusak wilayah luas di sekitarnya—sebuah proses penting dalam evolusi galaksi.

**Harapan Penemuan Masa Depan**

Dengan data inframerah SOFIA yang terus dianalisis, para ilmuwan berharap akan menemukan lebih banyak fenomena unik yang tersembunyi di balik debu kosmik Bima Sakti.

**Signifikansi Ilmiah**

Penemuan ini memperkuat pemahaman tentang bagaimana umpan balik bintang—proses di mana bintang masif memengaruhi lingkungan sekitarnya melalui radiasi dan angin bintang—berperan dalam siklus kehidupan galaksi.

**Kontribusi Data Arsip**

Temuan “cincin berlian” ini juga menunjukkan nilai penting dari data arsip observatorium ruang angkasa. Meskipun SOFIA telah berakhir operasinya, data yang dikumpulkan selama lebih dari satu dekade masih terus memberikan wawasan baru tentang kosmos.

**Pemahaman Evolusi Galaksi**

Struktur seperti cincin berlian ini membantu astronom memahami bagaimana proses umpan balik bintang membentuk struktur galaksi dalam skala yang lebih besar, memberikan petunjuk tentang evolusi Bima Sakti dan galaksi-galaksi lain di alam semesta.

Fenomena ini merupakan pengingat bahwa bahkan di keluasan kosmos yang tampak sepi, terdapat proses-proses dinamis yang terus membentuk dan mengubah lanskap alam semesta yang kita tinggali.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Fresh Grad