Ternyata Bukan Edmond Halley, Biarawan Abad ke-11 Ini Lebih Dulu Memahami Komet Halley

Berabad-abad sebelum nama Edmond Halley diabadikan dalam sejarah astronomi, seorang biarawan Inggris ternyata sudah lebih dulu memahami rahasia komet paling terkenal di dunia.

Penelitian terbaru mengungkap bahwa seorang biarawan abad ke-11 bernama Eilmer dari Malmesbury kemungkinan besar adalah orang pertama yang menyadari bahwa Komet Halley muncul secara berkala.

Selama ini, Komet Halley dikenal luas berkat astronom Inggris Edmond Halley, yang pada 1705 berhasil menyusun lintasan orbit komet tersebut berdasarkan pengamatan pribadinya serta catatan sejarah para pengamat sebelumnya. Halley bahkan berani memprediksi bahwa komet itu akan kembali pada 1758—sebuah ramalan yang terbukti benar, meski ia telah wafat pada 1742.

Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 600 tahun sebelumnya, Eilmer mungkin sudah lebih dulu menghubungkan dua kemunculan komet yang sama.

**Sosok Eksentrik yang Gemar Terbang**

Eilmer bukan tokoh biasa. Ia dikenal dalam sejarah sebagai sosok eksentrik yang konon menjadi orang pertama di Inggris yang mencoba terbang. Terinspirasi mitologi Yunani tentang Daedalus dan Icarus, Eilmer membuat sepasang sayap, mengikatkannya ke tangan, lalu melompat dari sebuah menara pada akhir abad ke-10 atau awal abad ke-11.

Menurut sejarawan abad ke-12 William of Malmesbury, Eilmer sempat melayang sejauh sekitar 200 meter sebelum terhempas ke tanah dan mematahkan kedua kakinya.

Selain obsesinya pada penerbangan, Eilmer juga memiliki ketertarikan mendalam pada astrologi dan astronomi. Ketika masih anak-anak, pada tahun 989, ia menyaksikan sebuah komet terang melintas di langit Inggris.

Puluhan tahun kemudian, pada 1066, komet yang sama kembali muncul—dan kali ini, Eilmer menyadari ada sesuatu yang istimewa.

**Menghubungkan Dua Kemunculan**

Astronom Simon Portegies Zwart dari Universitas Leiden, Belanda, dalam buku terbarunya menjelaskan bahwa Eilmer kemungkinan besar menyadari kedua peristiwa itu berkaitan.

Mengutip catatan William of Malmesbury, saat melihat komet pada 1066, Eilmer disebut berseru: “Kau datang lagi, ya? Sudah lama aku melihatmu. Kini kau tampak jauh lebih mengerikan, karena aku melihatmu mengacungkan kehancuran bagi tanah kelahiranku.”

Saat itu, Inggris sedang dilanda krisis suksesi setelah wafatnya Raja Edward the Confessor tanpa pewaris yang jelas. Komet tersebut kemudian kerap dikaitkan sebagai pertanda buruk, apalagi tak lama setelahnya terjadi Penaklukan Norman oleh William sang Penakluk.

Jika catatan William akurat, maka Eilmer telah menyadari bahwa dua “bintang berkilau” yang ia lihat terpaut puluhan tahun itu adalah objek yang sama—sebuah pemahaman luar biasa untuk zamannya.

**Komet Periodik Pertama**

Komet Halley adalah komet pertama yang dikenali astronom sebagai komet periodik, yakni komet yang muncul berulang kali. Orbitnya sangat lonjong, membuatnya mendekati Matahari dan Bumi setiap sekitar 72 hingga 80 tahun, meninggalkan jejak debu terang di langit.

Catatan paling awal tentang Komet Halley diduga berasal dari kronik Tiongkok pada 239 SM. Sejak itu, komet ini tercatat puluhan kali di berbagai belahan dunia dan sering ditafsirkan sebagai pertanda besar.

Sejarawan Romawi-Yahudi Flavius Josephus, misalnya, menganggap kemunculan komet pada tahun 66 M sebagai isyarat runtuhnya Yerusalem. Pada 1066, penampakan komet ini bahkan diabadikan dalam Bayeux Tapestry, yang menggambarkan penaklukan Inggris oleh bangsa Norman.

**Siapa yang Berhak Mendapat Kredit?**

Edmond Halley memang berjasa besar dengan menghubungkan kemunculan komet pada 1531, 1607, dan 1682, serta memprediksi kembalinya pada 1758. Namun Portegies Zwart berpendapat bahwa Eilmer layak mendapat pengakuan sebagai orang pertama yang memahami siklus kemunculan komet ini.

Bersama Michael Lewis dari British Museum, ia memaparkan argumen tersebut dalam sebuah bab buku berjudul Dorestad and Everything After: Ports, Townscapes and Travelers in Europe, 800-1100 yang diterbitkan Sidestone Press pada 2025.

Terlepas dari siapa yang pertama menyadari polanya, Komet Halley—atau mungkin lebih adil disebut Komet Eilmer-Halley—akan kembali menyapa Bumi pada akhir Juli 2061.

Masih ada waktu puluhan tahun, tetapi kisah ini mengingatkan kita bahwa pengetahuan ilmiah sering kali lahir dari pengamatan panjang, rasa ingin tahu, dan keberanian berpikir melampaui zamannya.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Buku Teks tentang Penilaian Skala Besar Pencapaian Pendidikan

Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa

Warkop: Main-Main Jadi Bukan Main