Ketika menonton adegan di Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, banyak orang membayangkan gerakan ular yang tampak begitu mulus seolah-olah magis. Namun sebenarnya, tidak ada yang supernatural dari cara ular bergerak.
Justru, mereka memanfaatkan koordinasi otot yang sangat kompleks untuk melakukannya.
**Workout Seluruh Tubuh**
Menurut Jessica Tingle, ahli biologi dan asisten profesor di Brown University, ular menggerakkan tubuhnya menggunakan ratusan hingga ribuan otot yang terhubung pada tulang belakang, tulang rusuk, dan kulit.
“Ketika ular bergerak, mereka melakukan full body workout,” ujarnya.
**Teknik Lateral Undulation: Gelombang Menyamping**
Gerakan melata bergelombang yang sering kita lihat sebenarnya disebut lateral undulation atau gelombang menyamping. Hampir 4.000 spesies ular dapat bergerak dengan teknik ini.
Namun bukan hanya otot, kulit ular juga berperan penting. Tingle menjelaskan bahwa sebagian besar ular memiliki tonjolan kecil mirip jari pada sisik perut mereka. Tonjolan ini menciptakan gesekan yang pas, sehingga ular bisa meluncur mulus ke depan tanpa tergelincir ke samping atau ke belakang.
**Adaptasi untuk Medan Sulit**
Di permukaan tidak rata, ular dapat menggabungkan gerakan ini dengan vertical undulation, yaitu naik-turun tubuh untuk melewati bebatuan atau tonjolan.
**Gerakan Akordeon untuk Ruang Sempit**
Selain melata, ular juga memiliki belasan cara lain untuk bergerak. Salah satu yang paling menarik adalah concertina locomotion, gerakan “akordeon”.
“Sebagian besar ular dapat melakukan gerakan concertina, yang melibatkan gerakan mengerut dan memanjangkan tubuh berulang-ulang, seperti akordeon,” kata Tingle.
Teknik ini dipakai ular untuk menyusup ke terowongan sempit, memanjat batang pohon, dan merayap perlahan di cabang.
**Dua Teknik Gerakan Unik**
Ada pula teknik gerakan lain yang terlihat unik:
**1. Rectilinear Motion – Bergerak Lurus Tanpa Membentuk Gelombang**
Dalam gerakan ini, ular menjaga tulang punggungnya tetap lurus dan menggerakkan tubuh dengan kontraksi otot perut. Teknik ini ideal untuk menjelajahi ruang yang sangat sempit, celah bebatuan, dan lorong bawah tanah.
**2. Sidewinding – Melaju Menyamping dengan Kecepatan Tinggi**
Pada teknik ini, bagian tubuh ular diangkat dan dipindahkan secara menyamping. Sidewinder rattlesnake dan Peringuey’s adder mampu mencapai kecepatan hingga 18 mil per jam.
**Keterbatasan Pengetahuan**
Tingle menambahkan, “Hanya beberapa spesies yang menggunakan gerakan rectilinear atau sidewinding. Namun karena kita masih tahu sangat sedikit tentang ribuan spesies ular lainnya, sulit menentukan seberapa umum teknik ini.”
**Kemampuan Ekstrem yang Mengejutkan**
Selain bergerak di darat, banyak spesies ular memiliki kemampuan ekstrem yang mengejutkan:
**Berenang**
Sebagian besar ular adalah perenang ulung. Banyak spesies air memanfaatkan tubuh panjang dan fleksibel untuk mengayuh air dengan efisien.
**Melayang Antarpohon (Flying Snakes)**
Ular dari genus Chrysopelea, seperti paradise flying snake, dapat meratakan tubuhnya hingga dua kali lebih lebar, melompat dari dahan, lalu menggelombangkan tubuhnya di udara untuk meluncur dengan stabil.
**Lasso Locomotion**
Ular Pohon Cokelat di Guam menggunakan teknik lasso locomotion untuk memanjat tiang yang licin. Ular ini membentuk lingkaran seperti laso, kemudian menggerakkan bagian dalam lingkaran untuk “memanjat”.
Kemampuan ini diduga membantu mereka mencapai sarang burung dan menyebabkan hilangnya 10 spesies burung lokal.
**Kartwheel—Gerakan Berputar seperti Roda**
Dua spesies dari Asia Tenggara (Xenophidion schaeferi dan Pseudorabdion longiceps) pernah diamati berputar seperti roda. Para peneliti menduga gerakan ini bertujuan mengejutkan predator.
**Serangan Kilat: Strike yang Mematikan**
Selain teknik bergerak untuk berpindah tempat, ular memiliki gerakan khusus saat menyerang: strike atau tebasan cepat.
Caranya, ular akan menggulung tubuh (coiling) sebagai persiapan. Lalu kepalanya melesat ke depan dalam serangan secepat kilat untuk menancapkan gigi-igi ke mangsanya.
**Kecepatan di Atas Reaksi Mangsa**
Sebuah studi tahun 2016 mencatat bahwa ular—termasuk jenis derik—dapat menyerang dalam 48-84 milidetik.
Sebagai perbandingan manusia berkedip dalam waktu sekitar 200 milidetik, dan mamalia bereaksi saat terkejut sekitar 60-395 milidetik. Artinya, ular menyerang lebih cepat dari reaksi mangsanya.
**Inspirasi untuk Robotika Modern**
Gerakan ular yang efisien telah lama menarik perhatian para insinyur robotika. Selama 30 tahun terakhir, para peneliti mengembangkan robot ular yang dapat menjelajah puing bangunan runtuh, masuk ke ruang sempit yang tak bisa dijangkau manusia, anjing, atau drone, serta bergerak di permukaan yang tidak stabil seperti pasir.
**Robot RoBoa untuk Penyelamatan**
Salah satunya adalah robot dari ETH Zürich bernama RoBoa, yang dirancang untuk membantu operasi penyelamatan. Robot ini bisa “menyelinap” masuk ke celah-celah untuk menemukan korban.
**Kesenjangan Teknologi dengan Alam**
Namun, Tingle mengatakan, “Untuk saat ini, robot ular masih jauh dari kemampuan ular asli. Dengan memahami lebih dalam tentang mekanisme pergerakan ular, kita bisa menemukan prinsip penting untuk meningkatkan robot.”
**Potensi Masa Depan**
Bahkan kulit ular berpotensi menginspirasi bahan baru di masa depan, karena sifatnya yang serbaguna dan kuat. Meski begitu, potensinya masih belum banyak dimanfaatkan.
**Kompleksitas yang Belum Tergali**
Dari melata, memanjat, berenang, meluncur di udara, hingga bergerak seperti roda—ular adalah salah satu hewan dengan repertoar gerakan terkaya di dunia. Dan para ilmuwan baru mulai memahami kompleksitasnya.
Kemampuan ini bukan hanya menunjukkan keajaiban evolusi, tetapi j
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: