Paleontolog dari Flinders University berhasil mengungkap rahasia evolusi platipus melalui penemuan fosil berusia 25 juta tahun. Fosil platipus dewasa yang ditemukan di pedalaman Australia Selatan ini memiliki deretan gigi lengkap—fitur yang telah hilang pada platipus modern saat ini. Penemuan ini memberikan perspektif baru mengenai cara nenek moyang mamalia petelur ini beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda dari kondisi kering saat ini.
Selama lebih dari dua dekade, peneliti dari Flinders University melakukan penggalian intensif di Stasiun Frome Downs, sekitar 425 kilometer di utara Adelaide. Di antara ribuan fosil ikan dan vertebrata lainnya, mereka menemukan harta karun arkeologi: tiga fosil dari spesies platipus tertua yang dikenal, Obdurodon insignis.
**Lanskap Subur Masa Lampau**
Penemuan ini membuktikan bahwa bentang alam Australia Selatan 25 juta tahun silam sangat kontras dengan kondisi gersang masa kini. Associate Professor Trevor Worthy dari Flinders University menjelaskan bahwa daerah tersebut dulunya merupakan wilayah subur.
“Tidak ada yang menyerupai gurun seperti yang ada saat ini,” ungkap Worthy kepada ABC North and West Breakfast. “Itu adalah lingkungan rimbun dengan hutan dan banyak hewan air.”
**Gigi Tajam untuk Diet Keras**
Berbeda dengan platipus modern yang kehilangan giginya saat muda dan menggantinya dengan bantalan kasar, fosil Obdurodon insignis menunjukkan bahwa spesies purba ini memiliki geraham dan premolar yang berkembang sempurna sepanjang hidupnya.
Dr. Worthy mencatat bahwa temuan ini menambah catatan sejarah baru sepanjang delapan juta tahun dari pengetahuan sebelumnya. Jika sebelumnya bukti platipus bergigi tertua berasal dari masa 17 juta tahun lalu, fosil ini membawa peneliti kembali ke masa 25 juta tahun silam.
“Ini menunjukkan bahwa jauh di masa 25 juta tahun yang lalu, mereka juga memiliki deretan gigi besar ini… ini menambahkan gigi baru pada populasi tertua,” jelas Worthy.
Gigi premolar yang besar dan runcing di bagian depan rahang mengindikasikan pola makan yang jauh lebih “keras” dibandingkan keturunannya sekarang. Jika platipus modern hanya memakan serangga air dan udang kecil, nenek moyangnya mampu memangsa organisme seperti lobster air tawar, moluska, hingga kerang.
**Kemampuan Berenang yang Konsisten**
Selain gigi, para peneliti juga menemukan tulang scapulocoracoid, yaitu tulang penyangga anggota gerak depan. Hasil analisis menunjukkan struktur yang sangat mirip dengan platipus modern. Hal ini menjawab keraguan para ilmuwan mengenai kemampuan fisik hewan purba tersebut dalam menavigasi air.
“Kami sempat bertanya-tanya apakah platipus purba ini sebenarnya memiliki kemampuan berenang yang sama, karena banyak hal bisa terjadi dalam 25 juta tahun,” kata Worthy. “Namun tampaknya sabuk bahunya sangat mirip dengan yang modern. Menunjukkan bahwa ia bisa berenang sebaik keturunannya sekarang.”
Penemuan ini semakin mengukuhkan keistimewaan platipus dalam garis keturunan mamalia dunia. Kemampuan spesies ini bertahan hidup dan mempertahankan bentuk tubuhnya yang unik selama puluhan juta tahun menjadikannya sebagai salah satu “fosil hidup” paling tangguh di planet Bumi.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: