Mengapa Flamingo Berwarna Pink? Ternyata Ini Rahasia di Balik Bulunya

Burung flamingo terkenal dengan bulu merah mudanya yang memukau. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa spesies ini sebenarnya tidak terlahir dengan warna tersebut. Keenam spesies flamingo yang tersebar di Amerika, Eropa, Asia, hingga Afrika semuanya memiliki rahasia pewarnaan yang sama: berasal dari makanan yang mereka konsumsi.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan menarik: mungkinkah manusia memanipulasi warna mereka menjadi biru melalui makanan?

**Proses Pewarnaan Alami**

Saat baru menetas, anak flamingo sebenarnya memiliki bulu halus berwarna abu-abu keputihan. Warna merah muda yang ikonik baru muncul seiring bertambahnya usia melalui proses metabolisme yang panjang.

Tim Savage, Section Manager of Birds di Whipsnade Zoo Inggris, menjelaskan bahwa dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi seekor flamingo untuk mencapai warna matangnya.

“Bahkan saat bulu mereka mulai tumbuh, awalnya cenderung berwarna putih. Butuh waktu beberapa tahun—melalui beberapa kali fase pergantian bulu—sebelum mereka mendapatkan warna merah muda ini,” ujar Savage kepada majalah CURIOUS milik IFLScience.

Warna tersebut berasal dari pigmen bernama karotenoid yang ditemukan dalam alga, udang air asin, dan krustasea yang mereka saring dari air. Karotenoid ini mengandung pigmen merah, oranye, atau kuning yang kemudian diproses oleh hati flamingo dan disalurkan ke bulu-bulu mereka.

**Perubahan Warna Saat Mengasuh**

Menariknya, warna ini bisa memudar saat flamingo sedang mengasuh anak. Savage mencatat bahwa induk flamingo seringkali terlihat lebih pucat atau “luntur” karena mereka menyalurkan nutrisi dan pigmen tersebut kepada anak-anak mereka.

Untuk menjaga estetika burung ini di kebun binatang, para ahli harus memastikan asupan pigmen mereka terjaga melalui pakan khusus. Amanda Ferguson, Diet Management Officer di Whipsnade dan ZSL London Zoo, mengungkapkan bahwa pihaknya menggunakan pelet khusus yang mengandung canthaxanthin.

“Ini adalah pigmen karotenoid yang dimasukkan ke dalam pelet saat tahap pemrosesan. Saat flamingo memakannya, mereka mencerna pigmen tersebut, dan itulah yang membantu mempertahankan warna merah muda yang indah,” jelas Ferguson.

**Ketidakmungkinan Flamingo Biru**

Meski warna merah muda bisa dimanipulasi melalui asupan karotenoid, hal yang sama tidak berlaku untuk warna biru. Ferguson menjelaskan bahwa secara biologis, mengubah flamingo menjadi biru melalui pewarna makanan adalah hal yang mustahil.

Warna biru dan hijau di alam umumnya bukan dihasilkan oleh pigmen yang tertelan, melainkan oleh struktur fisik bulu yang membiaskan cahaya—sebuah fenomena fisika, bukan kimiawi.

“Jika Anda memberikan pewarna atau zat lain yang bukan karotenoid, zat tersebut akan diurai di perut, dicerna, dan dimetabolisme. Zat itu tidak akan pernah berpindah ke bulu,” tegas Ferguson.

Ia menambahkan bahwa pemberian pewarna makanan hijau atau biru tidak akan memberikan efek apa pun pada warna burung. Zat tersebut hanya akan dicerna dan akhirnya dibuang sebagai kotoran.

Dengan demikian, flamingo biru tetaplah menjadi anomali yang tidak bisa diwujudkan hanya lewat makanan.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Kitab Pink Jason Ranti