Langit malam Indonesia akan menyajikan pertunjukan menakjubkan pada Selasa, 9 Juni 2026. Dua planet paling cemerlang di tata surya—Venus dan Jupiter—akan terlihat seolah-olah hampir bersatu dalam fenomena astronomi yang dinamakan konjungsi.
Astronom amatir Marufin Sudibyo menjelaskan, konjungsi Venus dan Jupiter akan berlangsung tepat pada pukul 19.35 WIB. Pada saat itu, jarak sudut atau elongasi antara kedua planet hanya 1,6 derajat—setara dengan lebar sekitar tiga kali diameter Bulan purnama jika diamati dari Bumi.
“Konjungsi Venus dan Jupiter akan terjadi pada Selasa 9 Juni 2026 pukul 19.35 WIB. Saat itu Venus dan Jupiter seakan-akan sangat berdekatan, dengan elongasi antara keduanya hanya 1,6 derajat,” ujar Marufin kepada Kompas.com.
Tentu saja, kedekatan ini hanyalah ilusi perspektif. Secara fisik, Venus dan Jupiter terpisah oleh jarak ratusan juta kilometer di ruang angkasa. Yang terjadi adalah keduanya kebetulan berada di arah yang hampir sama ketika diamati dari Bumi.
**Fenomena yang Berulang Setiap 399 Hari**
Konjungsi Venus-Jupiter bukan peristiwa yang terlalu langka, namun selalu menjadi tontonan yang memukau. Menurut Marufin, fenomena ini berulang rata-rata setiap 13 bulan atau 399 hari sekali.
“Peristiwa konjungsi Venus dan Jupiter berulang setiap 13 bulan atau 399 hari, rata-rata. Hal ini disebabkan oleh perbedaan antara periode sinodis Venus dan Jupiter,” jelasnya.
Periode sinodis adalah selang waktu yang dibutuhkan suatu benda langit untuk kembali tampak berdekatan dengan Matahari atau planet lain yang sama, sebagaimana diamati dari Bumi. Venus memiliki periode sinodis 1,6 tahun, sementara Jupiter 1,09 tahun. Dari selisih keduanya itulah dihitung interval konjungsi sekitar 399 hari.
**Bisa Dilihat Tanpa Teleskop, Bahkan di Kota**
Kabar baiknya, konjungsi malam ini bisa dinikmati oleh siapa saja—tanpa perlu teleskop atau peralatan astronomi khusus. Marufin menegaskan bahwa baik Venus maupun Jupiter termasuk benda langit yang sangat terang, bahkan cukup kuat menembus polusi cahaya kota besar sekalipun.
“Baik Jupiter maupun Venus merupakan benda langit yang cukup terang. Bahkan bisa dilihat dari daerah yang mengalami polusi cahaya parah. Jadi secara teknis semua orang yang memandang ke langit barat pada Selasa malam bisa menyaksikan konjungsi ini, sepanjang langit cerah,” kata Marufin.
Untuk menyaksikannya, cukup arahkan pandangan ke langit barat sesaat setelah Matahari terbenam. Venus akan tampak sebagai titik cahaya putih yang sangat terang, sementara Jupiter tepat berdampingan dengannya dengan cahaya kekuningan yang sedikit lebih redup. Keduanya akan mudah dikenali bahkan oleh mata yang belum terbiasa mengamati langit malam.
Waktu terbaik pengamatan adalah sekitar 30 menit hingga satu jam setelah Matahari terbenam, ketika langit sudah cukup gelap namun kedua planet belum terlalu rendah di ufuk barat. Pastikan area pandang ke barat tidak terhalang gedung atau pepohonan tinggi.
Fenomena langit seperti ini menjadi pengingat bahwa keajaiban astronomi tidak selalu membutuhkan alat canggih—cukup langit cerah, mata yang jeli, dan kemauan untuk mendongak ke atas.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: