Selasa (9/6/2026) malam, langit di atas Queensland dan Australia bagian utara tiba-tiba dihiasi pemandangan yang tidak biasa: sebuah bola cahaya keperakan kebiruan yang perlahan berubah warna menjadi merah, lalu menghilang begitu saja. Banyak yang terkejut. Namun ada penjelasan ilmiah yang sangat menarik di balik fenomena tersebut.
Penyebabnya adalah roket Zhuque-2E Y6 milik perusahaan roket swasta China, LandSpace, yang berhasil diluncurkan pada Selasa pukul 16.23 waktu Beijing dari zona inovasi antariksa komersial Dongfeng di barat laut China. Roket ini membawa dua satelit baru ke orbit: Spacesail DTC 01 dan China Mobile 02.
Ini adalah misi kedelapan yang melibatkan seri roket Zhuque-2—dan menjadi tontonan tak terduga bagi jutaan warga di belahan bumi lain.
**Mengapa Bisa Terlihat dari Australia?**
Sekitar 20 menit setelah peluncuran, roket tersebut melintas di atas langit Queensland—dan menciptakan pemandangan yang langsung viral. Astrofisikawan Jonti Horner dari University of Southern Queensland menjelaskan fenomena ini.
“Kami mendapat pertunjukan cahaya yang spektakuler,” kata Professor Horner.
Kuncinya ada pada ketinggian roket. Meski di permukaan tanah malam sudah turun, roket berada jauh di atas atmosfer—pada ketinggian yang cukup tinggi sehingga masih bisa “melihat” matahari.
“Roket berada di atas atmosfer, dan ia melakukan apa yang saya lihat digambarkan oleh beberapa orang sebagai passivation,” jelasnya. “Pada dasarnya roket melepaskan kelebihan gasnya ke luar angkasa, saya pikir, sebelum ia mengerahkan satelit-satelit itu.”
“Jika ia berada dalam bayangan bumi dan tidak ada sinar matahari untuk dipantulkan, kita tidak akan melihat apa-apa. Tetapi karena ia cukup tinggi di atas bumi sehingga masih bisa melihat matahari. Awan gas yang bercahaya itu bersinar karena pantulan sinar matahari.”
**Mengapa Berubah Warna Jadi Merah dan Menghilang?**
Banyak saksi mata melaporkan melihat bola gas keperakan atau kebiruan yang perlahan berubah merah sebelum akhirnya lenyap—dan bagi sebagian orang, pemandangan itu terasa menyeramkan.
“Itu terlihat menyeramkan bagi orang-orang,” kata Professor Horner. “Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah kepulan gas itu dan roket di kepalanya hanya bergerak masuk ke dalam bayangan Bumi.”
Fenomena ini persis sama dengan yang kita lihat saat matahari terbenam di darat. “Ketika matahari terbenam, dan kamu melihat ke awan, atau melihat lingkungan di sekitarmu, segalanya berubah menjadi merah. Hal yang sama terjadi dengan ini,” jelasnya.
**Roket Apa Ini Sebenarnya?**
Zhuque-2E Y6 adalah kendaraan peluncur cryogenic dua tahap dengan diameter badan 3,35 meter. Menurut LandSpace selaku pengembang, roket ini memiliki kapasitas angkut 6 ton ke orbit rendah Bumi dan 4 ton ke orbit sinkron-matahari 500 kilometer.
Dua satelit yang dibawa—Spacesail DTC 01 dan China Mobile 02—adalah satelit direct-to-cell, yang dirancang untuk memberikan konektivitas langsung ke perangkat seluler dari orbit. LandSpace menyatakan misi ini berhasil.
Professor Horner menegaskan bahwa pemandangan seperti ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan—justru sebaliknya, ini adalah gambaran dunia yang akan semakin sering kita saksikan.
“Kita akan melihat kejadian seperti ini semakin sering di tahun-tahun mendatang karena penggunaan komersial ruang angkasa sedang melonjak pesat, dan kita mendapatkan semakin banyak peluncuran,” katanya. “Jadi ini akan menjadi kejadian yang lebih umum, bukan lebih jarang.”
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: