-
Mengenal Hujan Meteor Lyrid: Rahasia di Balik Kilatan “Fireball” yang Menghiasi Langit April
Fenomena langit tahunan, hujan meteor Lyrid, kembali menyapa penduduk Bumi pada April 2026. Meski intensitasnya tidak sederas hujan meteor lainnya, Lyrid memiliki karakteristik istimewa yang selalu dinantikan para pengamat langit: kilatan cahaya yang sangat terang atau fireball. **Keunikan dari Material Komet Kuno** Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, menjelaskan bahwa keunikan ini berasal dari material sisa…
-
Dominasi Ikan Sapu-sapu di Ciliwung, Pakar IPB: Tanda Kuat Sungai Sedang “Sakit”
Melimpahnya populasi ikan sapu-sapu di sepanjang aliran Sungai Ciliwung bukan mencerminkan kekayaan hayati, melainkan indikasi kuat bahwa ekosistem sungai dalam kondisi kritis. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Yusli Wardiatno, menegaskan bahwa dominasi spesies invasif ini merupakan cermin buruknya kualitas air yang kini telah kehilangan keragaman ikan air tawar lokalnya. **Pengambilalihan…
-
Cara Melihat Hujan Meteor Lyrid April 2026, Jangan Sampai Terlewat Malam Ini
Fenomena hujan meteor Lyrid akan mencapai fase puncaknya pada Rabu (22/4/2026) hingga Kamis (23/4/2026) dini hari. Hujan meteor Lyrid merupakan salah satu fenomena astronomi tahunan yang pada 2026 ini aktif pada 16-25 April 2026. **Peluang Emas Para Pencinta Astronomi** Bagi para pencinta astronomi, momen ini merupakan peluang emas untuk menyaksikan “bintang jatuh” yang berasal dari…
-
Hari Bumi 2026, Ilmuwan Beri Peringatan untuhnya Terumbu Karang dan Arus Laut
Peringatan Hari Bumi pada 22 April 2026 membawa pesan yang lebih mendesak bagi penduduk dunia. Para ilmuwan memperingatkan bahwa Bumi kini sedang menghadapi “Tipping Point” atau titik kritis iklim—momen ketika sistem alam tidak lagi berubah secara bertahap, melainkan berbalik secara ekstrem dan permanen. **Sinyal Berbahaya Sudah Terlihat** Dari hilangnya 84 persen terumbu karang dunia hingga…