Sering mendengar saran klasik: “Kalau mau irit, isi bensin malam hari saja. Kalau siang, isinya lebih sedikit.” Anggapan ini cukup populer di masyarakat dan sering membuat orang ragu—bahkan ada yang sengaja menunda isi BBM sampai malam.
Tapi, benarkah membeli BBM pada siang hari membuat volume yang kita dapat lebih sedikit dibanding malam hari?
Menurut dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Dr. Leopold Oscar Nelwan, secara ilmiah anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun efeknya sangat kecil dan tidak signifikan untuk penggunaan sehari-hari.
“Perbedaan tersebut memang ada. Hanya saja sangat kecil dan tidak signifikan dalam praktik penggunaan kendaraan sehari-hari,” jelas Dr. Leopold.
**Mengapa BBM Bisa “Berbeda” Siang dan Malam**
Jawabannya terletak pada konsep fisika sederhana: pemuaian zat cair. BBM seperti bensin dan solar termasuk fluida yang akan memuai ketika suhu naik. Artinya, saat BBM lebih hangat, volumenya sedikit bertambah.
Namun, yang penting untuk dipahami: massa dan energi total BBM tetap sama.
“Secara fisika, ini adalah sifat alami fluida. Ketika suhu naik, volumenya bertambah, tetapi jumlah energinya tidak berubah,” ujar Dr. Leopold.
Dengan kata lain, BBM yang lebih hangat memang bisa “terlihat” lebih banyak secara volume, tetapi kandungan energinya tidak ikut bertambah.
Besarnya pemuaian dapat dihitung menggunakan koefisien muai volumetrik—angka yang menunjukkan seberapa besar volume cairan berubah ketika suhunya naik 1°C. Menurut Dr. Leopold, koefisien bensin sekitar 0,00095–0,0011 per °C, sedangkan solar sekitar 0,0007–0,0009 per °C.
Artinya, bensin lebih mudah memuai dibanding solar. Namun, sekali lagi, efeknya tetap kecil dalam situasi nyata.
**Mengapa Ini Berpengaruh Saat Mengisi BBM**
Sistem penjualan BBM di SPBU pada umumnya berbasis volume (liter), bukan massa. Jadi yang dihitung adalah berapa liter yang masuk, bukan berapa kilogram atau berapa energi yang kita dapat.
Di sisi hulu (rantai pasok sebelum sampai SPBU), volume BBM biasanya sudah dikoreksi ke suhu standar 15°C. Namun, di tingkat konsumen (hilir), koreksi suhu ini belum menjadi kewajiban.
Akibatnya, pada jumlah liter yang sama, massa BBM dan kandungan energinya bisa sedikit berbeda, tergantung suhu BBM saat pengisian.
Di sinilah bagian yang paling penting: perbedaan suhu BBM siang dan malam di SPBU sebenarnya tidak terlalu jauh. Mengapa? Karena tangki BBM memiliki insulasi dan posisinya umumnya membuat suhu BBM tidak langsung mengikuti suhu udara luar.
Akibatnya, perbedaan suhu BBM di dalam tangki saat siang vs malam tidak ekstrem.
**Selisih Volume yang Sangat Minimal**
Sebagai gambaran, Dr. Leopold memberi contoh: Jika kita mengisi 40 liter bensin, dan suhu BBM siang hari sekitar 2–3°C lebih tinggi dibanding malam, serta koefisien muai bensin sekitar 0,001 per °C, maka selisih volume yang berkaitan dengan suhu diperkirakan kurang dari 0,1 liter per 40 liter.
Dan untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi. Jadi, kalau kita mengisi 40 liter, selisihnya kira-kira tidak sampai segelas air mineral kecil.
Dalam praktik berkendara, perbedaan tersebut bisa setara dengan beberapa kilometer jarak tempuh saja—dan itu pun sangat mudah “tertutup” oleh banyak faktor lain yang pengaruhnya jauh lebih besar, seperti gaya mengemudi (agresif atau halus), kondisi lalu lintas (macet atau lancar), tekanan ban, kondisi mesin dan servis kendaraan, beban kendaraan, hingga pemakaian AC.
**Haruskah Isi BBM Malam Hari**
Menurut Dr. Leopold, tidak perlu mengatur waktu khusus hanya demi mengejar selisih yang sangat kecil itu. Ia menekankan, yang lebih penting adalah kenyamanan, keselamatan, dan kebutuhan perjalanan.
“Kalau sengaja keluar malam hari hanya untuk mengisi bensin dengan jarak beberapa kilometer, bisa jadi justru BBM yang terpakai lebih banyak,” ungkapnya.
Logikanya sederhana: kalau Anda harus menempuh jarak tambahan hanya untuk mengejar “selisih 0,1 liter”, bisa jadi BBM yang habis di perjalanan malah lebih besar.
Artinya, kalau ingin lebih irit, mengatur gaya berkendara dan merawat kendaraan akan jauh lebih terasa dibanding memilih waktu isi BBM.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: