Bagi para pencinta kuliner, durian sering kali menjadi buah yang paling diburu sekaligus paling ditakuti. Buah yang dijuluki sebagai Raja Buah ini kerap dituduh sebagai biang kerok melonjaknya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Namun, apakah tuduhan medis tersebut sepenuhnya benar?
Kabar baik bagi Anda pencinta durian, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Ali Khomsan, menegaskan bahwa durian sebenarnya bukan penyebab langsung kolesterol tinggi pada orang yang sehat.
**Kaya Zat Gizi, Bukan Pemicu Kolesterol Mendadak**
Dalam tayangan IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV, Prof Ali meluruskan salah kaprah yang selama ini beredar di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa durian merupakan buah yang sangat kaya akan zat gizi. Karbohidrat, serat, vitamin C, kalium, gula, serta lemak tak jenuh—yang umumnya ditemukan pada bahan pangan nabati—semuanya terkandung di dalam buah tropis ini.
Pakar community nutrition tersebut menekankan bahwa kolesterol tinggi tidak muncul secara instan hanya karena Anda menyantap durian. Kondisi kolesterol tinggi umumnya terbentuk akibat pola makan yang tidak seimbang dalam jangka panjang, yang kemudian membuat seseorang menjadi lebih sensitif terhadap berbagai jenis makanan dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
“Kalau Anda memiliki kolesterol tinggi, makan durian tetap harus berhati-hati. Tapi kalau kita ini orang sehat, maka durian itu tidak ujug-ujug akan memicu timbulnya kolesterol. Kalau Anda orang sehat, menikmati durian itu nikmati saja,” kata Prof. Ali Khomsan, Dosen FKGiz IPB University.
Meski begitu, bagi individu yang memang sudah didiagnosis memiliki kadar kolesterol tinggi oleh dokter, konsumsi durian tetap wajib diwaspadai dan dibatasi dalam jumlah yang secukupnya saja.
**Mengapa Kepala Sering Pusing Setelah Makan Durian?**
Keluhan lain yang sering muncul setelah seseorang menyantap durian adalah sensasi pusing atau sakit kepala. Banyak orang langsung menyimpulkan bahwa pusing tersebut adalah tanda kolesterol mereka sedang naik. Ternyata, anggapan itu keliru.
Menurut Prof Ali, kondisi pusing tersebut bukan disebabkan oleh kolesterol, melainkan karena kombinasi kandungan gula, kalium, serat, dan lemak di dalam durian yang dapat memicu sensasi pusing pada beberapa individu. Selain itu, durian juga termasuk buah yang bersifat hipertermik, yaitu buah yang dapat menimbulkan sensasi panas pada tubuh setelah dikonsumsi.
**Sumber Vitamin C Selain Jeruk dan Tips Konsumsi Aman**
Selama ini, masyarakat awam umumnya mengira bahwa sumber vitamin C terbaik hanya bisa didapatkan dari buah jeruk. Padahal, durian juga merupakan salah satu sumber vitamin C yang sangat baik di sekitar kita, bersanding dengan buah lain seperti jambu biji dan pepaya.
Agar bisa memperoleh seluruh manfaat gizi durian tanpa perlu khawatir akan risiko gangguan kesehatan, Prof Ali menyarankan batas konsumsi durian yang wajar, yaitu sekitar 100 gram daging buah per hari. Dengan porsi konsumsi yang seimbang dan tidak berlebihan, durian dapat menjadi bagian dari pola makan sehat harian Anda.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait:
Batik Durian Lubuklinggau: Memperkaya Khasanah Batik Nusantara