Sebuah pesawat luar angkasa milik NASA berhasil mengabadikan pemandangan Planet Mars dari perspektif yang jarang sekali dilihat manusia. Bukan dari permukaan, bukan pula dari orbit—melainkan dari lintasan terbang jarak dekat yang memberikan sudut pandang unik: Mars dalam bentuk bulan sabit cahaya yang tipis di kejauhan luar angkasa.
Ini adalah momen yang dihasilkan oleh misi Psyche, sebuah ekspedisi ambisius NASA yang diluncurkan pada Oktober 2023. Tujuan akhirnya bukan Mars, melainkan Asteroid 16 Psyche—benda langit misterius di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter yang permukaannya diduga terbuat dari logam.
Dalam perjalanan panjang menuju asteroid itu, pesawat Psyche melakukan manuver terbang lintas Mars pada Mei lalu. Hasilnya: ribuan foto Mars yang belum pernah diambil dari sudut seperti ini sebelumnya, sekaligus dorongan kecepatan gratis dari gravitasi planet merah.
**Mars sebagai “Ketapel Gravitasi”**
Perjalanan pesawat Psyche ke asteroid tujuannya menempuh jarak 3,6 miliar kilometer—sebuah rute yang tidak bisa ditempuh secara langsung tanpa bahan bakar yang sangat besar. Untuk menghemat propelan sekaligus menyetel jalur terbangnya, para perencana misi NASA sengaja merancang rute yang melewati Mars.
Saat pesawat melintas sedekat 4.609 kilometer dari permukaan Mars, gravitasi planet merah bekerja seperti ketapel raksasa yang alami—menarik lalu melempar pesawat ke arah yang benar dengan kecepatan lebih tinggi dari sebelumnya.
“Kami mengonfirmasi bahwa Mars memberikan pesawat ini dorongan kecepatan sebesar 1.000 mil per jam dan menggeser bidang orbitalnya sekitar 1 derajat relatif terhadap Matahari. Kami kini berada di jalur yang tepat menuju asteroid Psyche pada musim panas 2029,” kata Don Han, pemimpin navigasi misi Psyche dari NASA Jet Propulsion Laboratory.
Teknik ini—yang dikenal sebagai gravitational slingshot atau manuver ayun gravitasi—adalah cara yang sudah lama digunakan NASA untuk menghemat bahan bakar sambil mempercepat wahana antariksa. Yang istimewa kali ini adalah apa yang ditangkap kamera Psyche selama manuver berlangsung.
**Foto Mars yang Jarang Ada Duanya**
Dalam hari-hari menjelang lintasan terdekatnya, pesawat Psyche mendekati Mars dari sudut yang tinggi—sebuah posisi yang memungkinkan kameranya menangkap Mars dalam bentuk sabit cahaya yang tipis, seperti bulan sabit di langit malam bumi, namun kali ini objeknya adalah Planet Mars.
“Sabit tipis saat pendekatan dan pemandangan ‘Mars penuh’ setelah kami melintas menciptakan kesempatan bagi tim pencitraan untuk melakukan kalibrasi sekaligus mengambil foto-foto yang benar-benar indah,” ujar Jim Bell, pemimpin instrumen kamera Psyche dari Arizona State University.
Saat semakin dekat, kamera Psyche merekam berbagai wilayah Mars—dari kawasan kutub selatan hingga jejak debu yang tersapu angin melintasi kawah-kawah permukaan planet. Instrumen pencitraan pesawat mengambil ribuan foto sepanjang proses flyby berlangsung.
Selain menghasilkan foto-foto yang memukau, sesi pemotretan Mars ini juga berfungsi sebagai latihan teknis. Mengkalibrasi kamera dan instrumen Psyche pada target nyata seperti Mars—sebelum tiba di asteroid yang jauh lebih kecil dan kurang dikenal—sangat penting untuk memastikan semua perangkat bekerja sesuai harapan di lingkungan luar angkasa.
**Tujuan Sesungguhnya: Asteroid 16 Psyche**
Setelah flyby Mars yang sukses ini, pesawat Psyche kini melanjutkan perjalanannya menuju tujuan utama: Asteroid 16 Psyche yang dijadwalkan dicapai pada Agustus 2029. Di sana, pesawat akan mengorbit pada ketinggian yang bervariasi untuk memetakan seluruh permukaan benda langit itu secara menyeluruh.
Yang membuat asteroid ini begitu menarik bagi para ilmuwan adalah sifat permukaannya yang diduga terbuat dari logam. Pengamatan dari teleskop bumi dan luar angkasa menunjukkan Asteroid 16 Psyche memiliki permukaan reflektif yang sangat tidak biasa dibanding asteroid berbatu pada umumnya.
Hipotesis ilmiah yang paling kuat menyebut asteroid ini kemungkinan adalah inti logam purba dari sebuah planet yang belum sempurna terbentuk—semacam “isi dalam” planet yang tersisa setelah lapisan luarnya hancur akibat tabrakan miliaran tahun lalu.
Jika hipotesis ini terbukti, Asteroid 16 Psyche bisa menjadi jendela langsung untuk memahami apa yang ada di dalam perut planet-planet berbatu seperti Bumi, Mars, Merkurius, dan Venus—bagian yang tidak pernah bisa kita lihat atau jangkau secara langsung.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait:
Seri Klasik Semasa Kecil: Prim & Prim-3, Petualangan di Luar Angkasa