Ratusan Danau di Australia Berwarna Pink, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Danau-danau di Australia menyimpan misteri yang membuat siapa pun yang melihatnya pertama kali terdiam: airnya berwarna merah jambu. Bukan karena pencemaran, bukan karena efek kamera—melainkan karena makhluk hidup berukuran mikroskopis yang tinggal di dalam air asin tersebut.

Danau Hillier, sebuah danau di pulau kecil di lepas pantai selatan Australia Barat, adalah yang paling terkenal. Warna merah jambu mencoloknya tidak pernah memudar meski musim berganti.

“Danau ini sama sekali tidak palsu,” ujar Ken McGrath, ahli biologi molekuler yang telah meneliti danau tersebut. “Warnanya memang sepink itu kalau dilihat langsung. Saya sudah ke sana, saya sudah melihatnya sendiri. Pemandangannya luar biasa… seperti milkshake berwarna pink.”

Namun jangan coba diminum. Lake Hillier memiliki kadar garam 10 kali lebih tinggi daripada air laut.

**Bukan Alga, Melainkan Bakteri**

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menduga warna merah jambu danau-danau asin di Australia disebabkan oleh alga bernama Dunaliella salina. Alga ini mengandung pigmen beta karoten—pigmen yang sama yang membuat wortel berwarna oranye—dan memang ada di dalam danau-danau tersebut.

Namun temuan McGrath pada 2015 mengguncang asumsi itu. Ketika ia menganalisis DNA dari air Lake Hillier sebagai bagian dari Extreme Microbiome Project, hasilnya mengejutkan.

“Kami mengonfirmasi bahwa alga D. salina memang ada, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Satu hal yang benar-benar menonjol adalah bakteri bernama Salinibacter ruber,” katanya.

“Lebih dari 20 persen seluruh DNA yang kami temukan berasal dari bakteri itu, sementara alga hanya menyumbang kurang dari 0,1 persen.”

Bakteri S. ruber mengandung pigmen bernama bakterioruberinyang jauh lebih merah jambu dibanding beta karoten. McGrath bahkan mendapat bukti visual yang tak disengaja. Ia menyimpan sebuah botol air Lake Hillier di mejanya. Karena alga punya “ekor” kecil dan bisa bergerak menuju cahaya matahari, alga di dalam botol itu berpindah ke sisi yang menghadap jendela.

“Tetapi sisa airnya tetap berwarna pink,” katanya. Itu menandakan bukti nyata bahwa bakteri, bukan alga, yang menjadi penyebab warna danau.

**Mengapa Australia Punya Begitu Banyak Danau Pink?**

Australia memiliki ratusan danau berwarna merah jambu. Ini bukan kebetulan geografis biasa. Menurut ilmuwan lingkungan Tilo Massenbauer, kombinasi iklim dan kondisi hidrologi benua tua ini menciptakan kondisi ideal bagi terbentuknya danau-danau asin.

“Di bawah danau-danau itu terdapat lapisan air tanah yang asin. Dengan iklim yang semakin kering dan hidrologi yang stabil selama jutaan tahun, evolusi pun terjadi,” ujarnya.

Artinya, organisme-organisme penghasil warna merah jambu ini telah berevolusi khusus untuk hidup di lingkungan ekstrem yang unik bagi Australia—kondisi yang tidak banyak ditemukan di tempat lain di dunia.

**Warna yang Bisa Hilang**

Berbeda dengan Lake Hillier yang warnanya permanen, sebagian besar danau pink di Australia bisa berubah warna tergantung cuaca dan kondisi lingkungan. Di dekat kota Esperance, Australia Barat, terdapat sebuah danau yang secara harfiah bernama “Pink Lake”.

Pada era kejayaannya di tahun 1980-an, namanya diabadikan di mana-mana: ada Pink Lake Drive-in, Pink Lake Road, hingga Pink Lake Butchers. Namun sejak akhir 1990-an, danau itu tidak lagi berwarna pink—akibat aktivitas penambangan garam selama bertahun-tahun yang merusak ekosistemnya.

Massenbauer kini tengah mengerjakan proyek untuk mengembalikan warna asli danau itu. Rencananya, garam berlebih akan dipompa keluar ke danau terdekat yang memang telah terkontaminasi garam akibat praktik pertanian. Sebuah solusi yang, jika berhasil, akan menguntungkan dua ekosistem sekaligus.

Di sisi lain kota, sebuah danau di pinggiran Melbourne pernah berwarna merah jambu namun kini berwarna hijau tua. “Fenomena ini terjadi secara alami saat suhu tepat… menguapkan unsur air tawar dari air asin. Terakhir kali warnanya jadi pink adalah April 2019, dan belum kembali lagi sejak musim panas yang lebih sejuk,” kata Martin Watts dari Parks Victoria.

**Bisakah Danau Pink “Dihidupkan Kembali”?**

McGrath percaya bahwa hampir semua danau pink di Australia sesungguhnya disebabkan oleh bakteri S. ruber, bukan alga—hanya saja bakteri jauh lebih sulit dideteksi tanpa teknologi khusus.

“Sekuensing metagenomik DNA adalah satu-satunya cara untuk secara akurat memetakan keseluruhan komunitas mikroba, termasuk bakteri, jamur, alga, dan arkea,” katanya.

Pertanyaan besarnya: apakah organisme yang tepat masih ada di dalam danau yang telah kehilangan warnanya, atau sudah punah?

“Pertanyaan kunci adalah apakah organisme yang tepat masih ada di sana, atau sudah punah,” kata McGrath.

Massenbauer merekomendasikan pengujian DNA pada inti sedimen dari dasar Pink Lake untuk melihat apakah S. ruber pernah ada di sana sebelum ekosistemnya terganggu—sebuah langkah yang bisa menentukan apakah danau ini bisa kembali bersinar merah jambu, atau tidak.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Seri Tempo: Hikayat 45 Danau Indonesia

Kitab Pink Jason Ranti