Sampah Roket SpaceX Diprediksi Tabrak Bulan Agustus 2026

Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa bagian dari roket Falcon 9 milik SpaceX diprediksi akan menabrak Bulan pada musim panas tahun ini. Meskipun insiden ini dinyatakan tidak berbahaya bagi Bumi maupun wahana antariksa yang sedang beroperasi, peristiwa ini memicu kekhawatiran para ahli mengenai penanganan limbah di luar angkasa.

Tabrakan tersebut diperkirakan akan terjadi pada 5 Agustus 2026, tepat di perbatasan sisi dekat dan sisi jauh Bulan. Fenomena ini disebut memiliki “kepentingan ilmiah kecil” karena berpotensi menciptakan kawah baru yang dapat dipelajari di masa depan.

“Peristiwa ini tidak mendatangkan bahaya bagi siapa pun, meskipun ini menyoroti kecerobohan tertentu tentang bagaimana perangkat keras ruang angkasa yang tersisa (sampah antariksa) dibuang,” ungkap Bill Gray, astronom profesional sekaligus pengembang perangkat lunak Project Pluto yang digunakan untuk melacak objek dekat Bumi.

**Jejak Perjalanan Roket Terbuang**

Objek yang menjadi sorotan adalah bagian atas (upper stage) roket Falcon 9 setinggi 13,8 meter. Roket ini diluncurkan pada awal 2025 dengan misi mengirimkan dua wahana pendarat ke Bulan, yakni Blue Ghost milik Firefly Aerospace dan Hakuto-R milik ispace Jepang.

Sejak saat itu, potongan roket tersebut terus mengorbit dalam sistem Bumi-Bulan. Bill Gray mencatat bahwa berbagai survei asteroid telah mengamati pergerakan sampah roket ini lebih dari 1.000 kali selama setahun terakhir.

Berdasarkan data tersebut, tabrakan diperkirakan terjadi pada pukul 02.44 EDT (siang hari WIB) di dekat kawah Einstein.

“Pergerakan sampah antariksa sebagian besar cukup dapat diprediksi; ia bergerak begitu saja di bawah pengaruh gravitasi Bumi, Bulan, Matahari, dan planet-planet,” jelas Gray. Meski tekanan radiasi sinar matahari dapat memberikan sedikit dorongan, hal itu diyakini tidak akan mengubah waktu atau lokasi dampak secara drastis.

**Prediksi Akurat Gray**

Ini bukan pertama kalinya Bill Gray memprediksi tabrakan roket ke Bulan. Pada tahun 2022, ia sukses memprediksi pendaratan keras sebuah pendorong roket (yang kemudian diidentifikasi sebagai milik China) ke permukaan Bulan dengan akurasi waktu hingga hitungan detik.

Kali ini, sisa roket SpaceX diperkirakan akan menghantam Bulan dengan kecepatan sekitar 8.700 km/jam, atau sekitar tujuh kali kecepatan suara di Bumi. Sayangnya, kilatan cahaya akibat tabrakan tersebut kemungkinan terlalu redup untuk dilihat dari Bumi, bahkan dengan teleskop besar.

**Ancaman pada Masa Depan Eksplorasi Lunar**

Meskipun saat ini belum ada infrastruktur manusia di Bulan yang terancam, para ahli memperingatkan bahwa situasi ini bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan. Mengingat Amerika Serikat dan China berencana meningkatkan frekuensi peluncuran serta membangun pangkalan permanen di Kutub Selatan Bulan, kepadatan lalu lintas antariksa akan menjadi risiko nyata.

Kini, para badan antariksa dan perusahaan swasta didorong untuk lebih bertanggung jawab dalam membuang sisa roket, misalnya dengan mengarahkannya ke orbit Matahari ketimbang membiarkannya terombang-ambing di orbit Bumi-Bulan.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Aktivitas Balita Cerdas: Jelajah Antariksa

Ensiklopedia Saintis Junior: Antariksa

Seri Antariksa: Awas Serbuan Meteor