Simpanse Ternyata Bisa Memprediksi Cuaca, Ini Buktinya

Penelitian terbaru terhadap komunitas simpanse di pegunungan Rwanda mengungkap kemampuan mengejutkan kerabat terdekat manusia tersebut. Selain membangun sarang untuk tidur, simpanse ternyata dapat memprediksi kondisi cuaca lokal dan menyesuaikan konstruksi sarang mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa simpanse bertindak berdasarkan pandangan ke depan, bukan sekadar bereaksi terhadap kondisi cuaca saat sarang dibuat.

Hassan Al-Razi, mahasiswa PhD dari University of Western Australia, memilih lokasi penelitian yang menantang: pegunungan tinggi di Taman Nasional Nyungwe, Rwanda. Di wilayah dengan suhu lebih dingin dan cuaca mudah berubah ini, pilihan sarang menjadi sangat krusial bagi kelangsungan hidup.

**Pola Konstruksi yang Spesifik**

Setelah melacak komunitas yang terdiri dari 67 simpanse, Al-Razi menemukan pola konstruksi sangat spesifik. “Simpanse lebih suka membangun sarang di mikroklimat yang lebih hangat dan tidak terlalu berangin, membangun sarang yang lebih tebal dan lebih dalam pada kondisi yang lebih dingin atau basah, dan memilih pohon yang lebih tinggi dengan kanopi yang lebih rapat sebelum malam hujan,” tulis para penulis dalam jurnal Current Biology.

Hal paling menarik adalah kemampuan simpanse mengantisipasi cuaca sepanjang malam. Meskipun hujan belum turun saat sarang dibuat, simpanse sudah memilih lokasi lebih terlindungi jika mendeteksi potensi hujan di malam hari.

**Kapasitas Prediksi yang Mengejutkan**

Memang, cuaca saat pembuatan sarang dan cuaca semalam sering berkaitan. Namun, hubungan lebih kuat antara struktur sarang dengan kondisi cuaca setelah sarang jadi menunjukkan bahwa simpanse memiliki kapasitas untuk memprediksi.

Al-Razi menjelaskan kepada IFLScience bahwa masih belum jelas apakah setiap simpanse melakukan penilaian cuaca sendiri, atau ada peran “pakar cuaca” tepercaya dalam kelompok yang memberikan arahan. Dugaan adanya keputusan kolektif diperkuat observasi bahwa simpanse lebih memilih lereng gunung bagian barat sebelum malam yang dingin, kemungkinan agar mereka bisa menangkap sinar matahari terakhir sebelum tidur.

**Pembelajaran dari Generasi ke Generasi**

Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan menyesuaikan sarang dengan cuaca tidak dipengaruhi usia atau jenis kelamin. Simpanse muda kemungkinan besar belajar teknik bersarang ini dari ibu dan saudara mereka.

“Publikasi terbaru menunjukkan bahwa simpanse remaja dan sub-dewasa belajar membuat sarang dari ibu dan saudara mereka,” ujar Al-Razi.

Meskipun setiap simpanse hanya membutuhkan waktu 1-3 menit untuk membangun sarang, mereka jarang menggunakan kembali sarang dari malam sebelumnya. Keputusan untuk selalu membangun sarang baru yang sesuai dengan “ramalan cuaca” harian menunjukkan tingkat fleksibilitas kognitif tinggi.

Penemuan ini memberikan wawasan baru bagi pemahaman tentang inteligensi kera besar. Jika burung bisa mendeteksi perubahan tekanan barometrik untuk menghindari badai, simpanse tampaknya menggunakan kemampuan serupa untuk memastikan mereka tetap hangat dan kering di tengah ekstremnya suhu pegunungan Rwanda.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Fajar Harapan dalam Anomali Cuaca

Nat Geo: Cuacapedia

Indonesia Memilih Presiden