Acheulean, Fase Budaya Terlama Manusia yang Bertahan 1,75 Juta Tahun

Sekitar dua juta tahun silam di Afrika, hominin prasejarah menciptakan revolusi teknologi yang mengubah perjalanan sejarah manusia. Mereka mengembangkan teknologi alat batu yang jauh melampaui apa pun sebelumnya, kini dikenal sebagai teknokompleks Acheulean. Budaya primordial ini kemudian menyebar ke seluruh Eropa dan Asia, menjadi industri dominan selama 1,75 juta tahun—fase budaya terpanjang dalam sejarah garis keturunan Homo.

Kelompok peneliti internasional yang berkumpul di Musée de l’Homme, Paris, mendiskusikan kembali makna dan evolusi teknologi yang telah tersebar di seluruh planet ini. Meski menjadi periode budaya terlama bagi genus Homo, banyak pertanyaan mendasar tentang Acheulean masih menyimpan misteri.

**Lebih dari Sekadar Kapak Batu**

Acheulean, yang namanya diambil dari situs Saint-Acheul di Prancis, awalnya identik dengan penemuan kapak genggam berukuran besar. Alat-alat ini diklasifikasikan sebagai “biface”, artinya batu dipangkas di kedua sisi untuk menciptakan alat pemotong tajam dan simetris. Teknologi ini mewakili peningkatan masif dari teknologi Oldowan yang lebih tua.

Para peneliti menekankan bahwa Acheulean lebih dari sekadar keberadaan kapak batu. “Definisi kita tentang Acheulean tidak boleh direduksi menjadi sekadar ada atau tidaknya kapak genggam. Acheulean paling baik dipahami sebagai perilaku teknologi luas yang membedakannya dari Oldowan, yang menandai sebuah lompatan kognitif,” tulis para peneliti dalam studi yang diterbitkan di jurnal Evolutionary Anthropology, dikutip IFLScience.

**Revolusi Kecerdasan dan Budaya**

Lompatan kognitif ini mencakup kemampuan menghasilkan serpihan batu besar dan membentuknya kembali menjadi alat standar yang telah dipikirkan sebelumnya. Para ahli menduga bahwa dasar kognitif Acheulean mungkin juga terkait dengan praktik berburu terspesialisasi serta kemampuan manusia purba menghasilkan api.

Namun, pertanyaan terbesar yang belum terjawab adalah: siapa pembuatnya? Karena bertahan dalam waktu sangat lama di Afrika hingga Eurasia, alat-alat Acheulean ditemukan di wilayah yang ditempati berbagai spesies berbeda pada waktu berbeda pula. Daftar kandidatnya meliputi Homo erectus, Homo ergaster, Homo antecessor, Homo longi, hingga Neanderthal dan manusia modern awal.

**Perjalanan Misterius ke Eropa**

Berdasarkan data arkeologi, Acheulean kemungkinan besar muncul pertama kali di Afrika Timur. Namun, perjalanannya menuju Eurasia masih menyisakan tanda tanya. Alat-alat ini muncul di Timur Tengah dan India sekitar 1,7 juta tahun lalu, tetapi uniknya, teknologi ini baru muncul di Eropa hampir satu juta tahun kemudian.

Di Spanyol, beberapa kapak genggam Acheulean berasal dari masa 900.000 tahun lalu. Baru sekitar 400.000 tahun setelahnya, peralatan ini menjadi umum di Eropa Barat. Menariknya, pada periode tersebut muncul “gelombang kedua” di Inggris di mana kapak genggam menjadi jauh lebih simetris dan halus.

Alat-alat yang lebih mutakhir ini dispekulasikan sebagai karya hominin pra-Neanderthal, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengidentifikasi “penemu” pastinya. Penemuan ini membuktikan bahwa sejarah kebudayaan manusia purba jauh lebih kompleks dan terorganisir dari perkiraan sebelumnya.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Ensiklopedia Saintis Junior: Teknologi