Studi Baru: 2 Lubang Hitam Raksasa Bakal Tabrakan 100 Tahun Lagi, Ini Dampaknya ke Bumi

Astronom dunia baru mengungkap penemuan mengejutkan di kedalaman alam semesta. Sepasang lubang hitam supermasif terdeteksi sedang bergerak spiral menuju tabrakan dahsyat yang dampaknya diprediksi akan mencapai Bumi dalam satu abad mendatang. Fenomena langka ini ditemukan di pusat galaksi Markarian 501, objek ultraterang yang selama puluhan tahun menyimpan misteri di balik pancaran energinya.

**Identifikasi Pasangan Monster Kosmik**

Menggunakan data observasi teleskop radio selama berdekade-dekade, tim astronom internasional berhasil mengidentifikasi sepasang lubang hitam monster yang sedang bergerak menuju benturan besar. Objek ini berada di galaksi Markarian 501, yang berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya dari tata surya kita.

**Dari Blazar Tunggal Menjadi Sistem Ganda**

Awalnya, Markarian 501 diklasifikasikan sebagai blazar—inti galaksi bercahaya yang ditenagai oleh satu lubang hitam tunggal. Namun, analisis terbaru menunjukkan bahwa pusat galaksi ini dihuni oleh dua lubang hitam yang sedang “berduel”.

“Kami memperkirakan satu lubang hitam (hasil penggabungan) akan tersisa,” ujar rekan penulis studi, Silke Britzen, seorang astronom di Max-Planck Institute for Radio Astronomy, kepada BBC Science Focus. “Saya sangat penasaran untuk mengamati bagaimana ‘tarian’ ini akan berlanjut.”

**Penemuan Jet Ganda yang Mengejutkan**

Dikutip Live Science, penemuan ini bermula ketika para peneliti menemukan kejanggalan pada pancaran energi (jet) dari Markarian 501. Menggunakan jaringan 10 teleskop radio internasional (Very Long Baseline Array), mereka menemukan bahwa selain satu jet utama, terdapat jet kedua yang bergerak melingkar berlawanan arah jarum jam.

**Massa yang Fantastis**

Setiap jet ini diperkirakan ditenagai oleh lubang hitam supermasif dengan massa antara 100 juta hingga satu miliar kali massa Matahari.

“Menyadari bahwa ada jet kedua sungguh luar biasa,” kata Britzen. “Bagi saya, itu seperti: oh, jadi begini cara kerjanya? Saya sangat terpukau dan ingin memberi tahu semua orang tentang apa yang baru saja kami temukan.”

**Fenomena Cincin Einstein**

Bukti semakin kuat pada Juni 2022, ketika kedua lubang hitam tersebut berada dalam posisi sejajar sempurna. Gravitasi lubang hitam utama membelokkan cahaya dari jet kedua menjadi lingkaran cahaya yang hampir sempurna, sebuah fenomena langka yang dikenal sebagai Cincin Einstein.

**Orbit yang Sangat Rapat**

Kedua lubang hitam ini diketahui saling mengorbit setiap 121 hari sekali dengan jarak pemisah yang sangat dekat dalam skala astronomi—hanya sekitar 250 hingga 540 kali jarak Bumi ke Matahari.

**Prediksi Tabrakan dalam Abad Ini**

Para peneliti memperkirakan bahwa dalam waktu kurang dari 100 tahun, kedua objek raksasa ini akan menyatu. Ketika tabrakan dahsyat itu terjadi, mereka akan melepaskan gelombang gravitasi—riak pada jalinan ruang-waktu—yang sangat kuat.

**Dampak Gelombang Gravitasi Masif**

Meskipun jaraknya 500 juta tahun cahaya, riak gravitasi ini diprediksi akan jauh lebih kuat dibandingkan penggabungan lubang hitam yang pernah dipelajari sebelumnya.

Jika prediksi ini akurat, detektor gelombang gravitasi di Bumi akan menangkap sinyal masif tersebut.

**Nilai Ilmiah Penemuan**

Sinyal ini bukan hanya menjadi bukti peristiwa dahsyat di masa lalu, tetapi juga menawarkan petunjuk baru bagi para ilmuwan mengenai sifat asli sepasang lubang hitam supermasif dan bagaimana galaksi-galaksi besar di alam semesta berevolusi.

**Publikasi Studi**

Studi ini telah dipublikasikan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

**Teknologi Observasi Canggih**

Penemuan ini dimungkinkan berkat kemajuan teknologi interferometri radio yang memungkinkan resolusi spatial sangat tinggi untuk mengamati struktur detail di pusat galaksi yang sangat jauh.

**Implikasi Astrofisika**

Tabrakan lubang hitam supermasif seperti ini memberikan wawasan tentang proses merger galaksi dan pembentukan struktur besar alam semesta, serta evolusi lubang hitam supermasif di pusat galaksi.

**Persiapan Deteksi Masa Depan**

Para ilmuwan kini mempersiapkan detektor gelombang gravitasi generasi baru yang lebih sensitif untuk menangkap sinyal dari peristiwa kolosal yang akan terjadi dalam dekade mendatang.

**Signifikansi Cincin Einstein**

Pengamatan Cincin Einstein pada sistem ini merupakan konfirmasi langsung teori relativitas umum Einstein dalam skala kosmik dan memberikan cara unik untuk mempelajari massa dan dinamika lubang hitam ganda.

**Evolusi Galaksi**

Sistem lubang hitam ganda seperti Markarian 501 memberikan bukti langsung bagaimana galaksi besar terbentuk melalui proses merger dan bagaimana lubang hitam supermasif di pusatnya berkembang seiring waktu.

**Tantangan Observasi**

Mengamati dan memahami sistem lubang hitam ganda memerlukan koordinasi observasi multi-instrumen dan analisis data jangka panjang untuk melacak perubahan orbital dan aktivitas jet dari waktu ke waktu.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Jatuh ke Lubang Hitam