WHO melaporkan wabah penyakit Hantavirus yang menyerang penumpang di kapal pesiar MV Hondius. Insiden tragis ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan setidaknya tiga penumpang lainnya jatuh sakit.
Kapal pesiar yang dioperasikan Oceanwide Expeditions ini berangkat dari Argentina tiga pekan lalu. Saat ini, kapal tersebut terdampar di lepas pantai Cabo Verde, Afrika Barat, sementara otoritas kesehatan melakukan penanganan darurat.
**WHO Konfirmasi Kasus**
Melalui pernyataan resmi di platform X, WHO mengonfirmasi bahwa satu kasus telah terbukti melalui pengujian laboratorium, sementara lima kasus lainnya masih berstatus suspek.
“Dari enam orang yang terdampak, tiga telah meninggal dunia dan satu orang saat ini berada di ruang perawatan intensif di Afrika Selatan,” tulis pernyataan resmi WHO dikutip IFLScience.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menambahkan bahwa pihaknya tengah memfasilitasi evakuasi medis bagi penumpang yang bergejala.
“WHO memfasilitasi evakuasi medis bagi dua penumpang yang bergejala, melakukan penilaian risiko penuh, dan mendukung orang-orang yang terdampak di atas kapal,” ujar Dr. Tedros.
**Mengenal Hantavirus**
Hantavirus adalah infeksi langka yang biasanya menular melalui kontak dengan tikus yang terinfeksi. Penyakit ini menjadi sorotan publik pada awal tahun 2025 ketika Betsy Arakawa, istri mendiang aktor legendaris Gene Hackman, meninggal dunia akibat infeksi yang sama.
Thomas Jeffries, mikrobiolog dari Western Sydney University, menjelaskan bahwa terdapat dua jenis infeksi Hantavirus. Pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan memiliki tingkat kematian mencapai 38 persen.
“Seiring perkembangan penyakit, penderita dapat mengalami gejala seperti kelelahan, demam, dan nyeri otot. Mereka juga mungkin mengalami sakit kepala, pusing, mual, muntah, dan sakit perut,” jelas Jeffries.
Jenis kedua adalah demam berdarah dengan sindrom ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome). Hingga saat ini, belum dipastikan jenis mana yang menginfeksi para penumpang di kapal MV Hondius.
**Dugaan Sumber Penularan**
Hantavirus umumnya tidak menyebar dengan mudah antarmanusia. Infeksi biasanya terjadi melalui paparan kotoran, urin, atau air liur tikus yang terinfeksi. Meskipun sumber wabah masih diselidiki, ada kemungkinan tikus masuk ke dalam kapal melalui ruang kargo.
Namun, pakar virologi molekuler, Vinod Balasubramaniam, menyebut adanya kemungkinan lain.
“Penumpang atau kru kapal secara teoritis bisa terpapar selama aktivitas di darat,” ujar Balasubramaniam kepada The Guardian.
Mengingat masa inkubasi virus ini bisa mencapai delapan minggu, pelacakan sumber menjadi tantangan tersendiri.
Pihak Oceanwide Expeditions menyatakan tengah bekerja sama dengan otoritas Belanda untuk memulai upaya repatriasi. Sementara itu, WHO terus melanjutkan investigasi epidemiologi dan pengurutan genetik (sequencing) virus untuk memahami wabah ini lebih lanjut.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: