Tengkorak anak Neanderthal yang ditemukan di Gibraltar pada 1926 masih menyimpan teka-teki besar setelah satu abad penelitian—mulai dari asal-usul yang mencengangkan hingga pola makan karnivora yang tak terduga.
Setelah seratus tahun penelitian seharusnya cukup untuk menjawab semua pertanyaan tentang sebuah fosil. Namun bocah Neanderthal dari Gibraltar ini justru membuktikan sebaliknya: semakin dalam para ilmuwan menggali, semakin banyak misteri yang muncul ke permukaan.
**Penemuan di “Menara Iblis”**
Pada 11 Juni 1926, arkeolog Dorothy Garrod menemukan lima fragmen tengkorak di sebuah ceruk batu yang dinamai Devil’s Tower—Menara Iblis—di sisi utara Batu Gibraltar. Fragmen-fragmen itu milik seorang anak laki-laki Neanderthal yang diperkirakan meninggal pada usia tiga tahun.
Fosil ini, yang kemudian dikenal sebagai Gibraltar 2, bukan penemuan pertama Neanderthal di kawasan tersebut. Jauh sebelumnya, pada 1848, seorang letnan militer Inggris bernama Edmund Flint menemukan tengkorak Neanderthal dewasa di Forbes’ Quarry yang letaknya tidak jauh dari sana.
Dalam kasus yang luar biasa dari apa yang para ilmuwan sebut nominative determinism—takdir yang tersimpan dalam nama—letnan bernama Flint ini menemukan fosil manusia purba di sebuah tambang batu. Tengkorak itu kemudian dikenal sebagai Gibraltar 1.
**Berapa Usia Fosil Ini Sebenarnya?**
Setelah satu abad, pertanyaan mendasar tentang Gibraltar 2 masih belum terjawab: kapan tepatnya bocah ini hidup? Perkiraan para ahli tersebar luas, berkisar antara 30.000 hingga 130.000 tahun yang lalu—rentang yang luar biasa lebar untuk sebuah spesimen yang telah diteliti selama 100 tahun.
**DNA Purba yang Mengejutkan**
Pada 2019, para peneliti mengekstraksi jejak DNA purba dari tulang petrosa kedua individu Gibraltar. Hasilnya tidak sesuai ekspektasi siapa pun.
Ujung selatan Semenanjung Iberia selama ini dianggap sebagai salah satu tempat perlindungan terakhir Neanderthal di era Zaman Es. Berdasarkan logika itu, banyak ahli menduga Gibraltar 1 dan 2 mewakili populasi Neanderthal yang relatif muda—mungkin sezaman dengan kelompok-kelompok yang ditemukan di berbagai situs Spanyol, termasuk kerangka berusia 49.000 tahun dari Gua El Sidrón yang terkenal.
Namun DNA Gibraltar 1 justru menunjukkan kekerabatan yang lebih dekat dengan Neanderthal berusia 120.000 tahun dari Belgia dan Jerman—bukan dengan kelompok El Sidrón.
Temuan mengejutkan ini membuka kemungkinan bahwa Neanderthal yang menghuni Rock of Gibraltar mungkin mewakili populasi yang jauh lebih tua dari yang pernah dibayangkan sebelumnya.
**Otak Raksasa dan Diet Karnivora**
Meski banyak misteri yang tersisa, analisis gigi dan fragmen tengkorak bocah Gibraltar 2 telah mengungkap sejumlah fakta menarik tentang kehidupan Neanderthal.
Tingkat perkembangan giginya kira-kira setara dengan anak manusia pemburu-pengumpul berusia tiga tahun. Namun fragmen tengkoraknya mengindikasikan otak yang jauh lebih besar—sesuai dengan model yang sudah ada tentang ekspansi otak yang sangat cepat pada bayi dan balita Neanderthal.
**Makan Daging, Bukan Jamur dan Kacang Pinus**
Yang paling mengejutkan adalah pola makan sang bocah. Analisis goresan mikro pada giginya menunjukkan pola yang sangat mirip dengan yang ditemukan pada masyarakat Eskimo dan pemburu-pengumpul adat dari Patagonia selatan—dua kelompok yang dikenal mengonsumsi diet yang sangat didominasi daging.
Ini berbeda tajam dari gambaran Neanderthal El Sidrón yang tampaknya menikmati menu lebih beragam, termasuk kacang pinus, lumut, dan jamur.
Perbedaan diet yang signifikan ini menunjukkan bahwa Neanderthal bukanlah kelompok yang seragam—mereka beradaptasi dengan lingkungan lokal masing-masing, seperti halnya manusia modern.
**Semakin Dikenal, Semakin Misterius**
Setelah satu abad studi dan perdebatan, bocah Neanderthal dari Devil’s Tower ini telah memberikan wawasan luar biasa tentang spesies yang punah ribuan tahun lalu: pertumbuhan otak yang pesat, diet yang disesuaikan dengan lingkungan, dan mungkin silsilah yang jauh lebih tua dari dugaan awal.
Namun setiap jawaban yang ditemukan tampaknya membuka pintu bagi pertanyaan baru. Berapa persisnya usia fosil ini? Apakah Gibraltar 2 berbagi silsilah mengejutkan yang sama dengan Gibraltar 1? Dan apa yang benar-benar terjadi pada Neanderthal terakhir yang berlindung di ujung selatan Eropa ini?
Seratus tahun setelah Dorothy Garrod menggali fragmen-fragmen kecil itu dari tanah di kaki Batu Gibraltar, bocah berusia tiga tahun yang hidup puluhan ribu tahun lalu itu masih berhasil membuat para ilmuwan terdiam dalam ketidakpastian—dan itulah yang membuatnya begitu berharga bagi sains.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: