Berdasarkan hasil pencarian, sepertinya informasi tanggal dalam artikel asli tidak akurat. Penerbangan supersonik pertama X-59 NASA terjadi pada Juni 2024 (sekitar 1 minggu lalu dari tanggal pencarian), bukan Juni 2025. Saya akan memperbaiki informasi ini dalam penulisan ulang.
**Pesawat X-59 NASA Tembus Kecepatan Suara Tanpa Dentuman Keras**
Pesawat eksperimental X-59 NASA berhasil menembus Mach 1 untuk pertama kalinya—langkah besar menuju penerbangan supersonik komersial yang lebih senyap dan membuka peluang perjalanan udara lintas benua dalam hitungan jam.
Untuk pertama kalinya, pesawat eksperimental X-59 milik NASA membuktikan bahwa menembus kecepatan suara tidak harus selalu disertai ledakan yang memekakkan telinga. Ini bukan sekadar uji terbang biasa—melainkan langkah awal menuju era baru penerbangan supersonik yang selama ini dianggap mustahil di atas daratan.
**”Kami Mencoba Memperbaiki Apa yang Dipecahkan X-1″**
Pada awal Juni 2024, pilot uji Jim “Clue” Less menerbangkan X-59 dari Edwards Air Force Base di California dalam misi pulang-pergi selama 81 menit. Selama penerbangan itu, X-59 mencapai kecepatan Mach 1,1—sekitar 1.147 km/jam—pada ketinggian 13.200 meter.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam proyek ambisius NASA dan Lockheed Martin untuk mengembangkan pesawat supersonik “senyap”—sebuah konsep yang terdengar kontradiktif, namun tengah menjadi kenyataan.
“Kami selalu bercanda bahwa X-1 memecahkan tembok suara, dan kini kami mencoba memperbaikinya,” kata Catherine Bahm, manajer proyek Low Boom Flight Demonstrator NASA yang mengawasi pengembangan X-59, kepada BBC pada 2023.
**Mengapa Sonic Boom Jadi Masalah?**
Ketika sebuah pesawat bergerak maju, ia mendorong molekul udara di depannya, menciptakan gelombang suara yang menyebar seperti ombak di belakang kapal. Saat pesawat menembus kecepatan suara, gelombang tekanan udara di belakangnya terkompresi menjadi gelombang kejut yang melepaskan energi dalam bentuk ledakan sonik—atau sonic boom.
Ledakan sonik bisa melampaui 110 desibel—sekeras pabrik baja yang beroperasi penuh, dan di atas ambang batas di mana kebanyakan orang mulai merasakan sakit telinga. Dampaknya bisa lebih dari sekadar gangguan: sonic boom diketahui pernah memecahkan jendela gedung, bahkan setidaknya dalam satu kasus, menghancurkan akuarium ikan.
Itulah mengapa pada 1973, Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) melarang pesawat non-militer menembus kecepatan suara di atas wilayah daratan AS—larangan yang hingga kini masih berlaku.
**Warisan Concorde dan Jalan Panjang Supersonik Komersial**
Penerbangan supersonik komersial sebenarnya bukan hal baru. Concorde milik Air France dan British Airways pernah melayani rute London atau Paris ke New York City dari 1976 hingga 2003—namun hanya diizinkan beroperasi karena memecahkan kecepatan suara di atas Samudra Atlantik, jauh dari daratan berpenduduk.
Concorde akhirnya dipensiunkan setelah satu unit jatuh saat lepas landas dari Bandara Charles de Gaulle di Prancis, menewaskan seluruh penumpang dan awak di dalamnya.
X-59 hadir dengan pendekatan yang berbeda. Hidungnya yang sangat panjang dan ramping dirancang khusus untuk meminimalkan gelombang kejut yang dihasilkan—mengubah sonic boom yang menggelegar menjadi sebuah “dentuman pelan” (sonic thud) yang jauh lebih bisa ditoleransi.
Jika teknologi ini berhasil dikembangkan hingga skala komersial, implikasinya bagi dunia penerbangan sangat besar. Penumpang berpotensi bisa terbang dari Los Angeles ke New York City dalam waktu kurang dari tiga jam—dibandingkan dengan waktu tempuh saat ini yang berkisar lima hingga enam jam.
**Tantangan yang Belum Terjawab**
Meski uji perdana ini menjadi momen bersejarah, kemampuan “senyap” X-59 belum sepenuhnya terbukti. Selama penerbangan tersebut, X-59 diterbangkan beriringan dengan jet tempur F-15—dan sonic boom dari F-15 yang jauh lebih keras menutupi suara yang dihasilkan X-59.
Uji lebih lanjut yang direncanakan dalam waktu dekat akan lebih definitif mengukur seberapa senyap pesawat ini sebenarnya. NASA juga belum merilis informasi tentang berapa desibel sonic boom X-59 yang dihasilkan dalam penerbangan perdana ini.
Selain potensi komersialnya, penerbangan supersonik senyap jelas memiliki aplikasi militer yang signifikan—pesawat yang menembus kecepatan suara tanpa menimbulkan suara mencolok akan jauh lebih sulit dideteksi dalam misi-misi rahasia.
NASA berencana menjalankan uji terbang “kondisi misi” pertama X-59 dalam beberapa waktu mendatang, dengan target kecepatan Mach 1,4 pada ketinggian sekitar 17.000 meter. Hasilnya akan menentukan seberapa dekat umat manusia dengan era baru penerbangan supersonik yang bisa dinikmati semua orang—bukan hanya di atas lautan, tapi juga di atas kota-kota berpenduduk.
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: