narasi.siapabilang

  • Beranda
  • Katalog
    • Buku
    • Audio
    • Video
    • Opini
    • Penulis
    • Editor
  • Narasi
  • El Nino 2026 Mengancam Jawa hingga Kalimantan, tetapi Bukan Terparah dalam Sejarah

    23/05/2026

    Ditulis oleh:

    Narator

    Musim kemarau tahun ini berpotensi tidak seperti biasanya. El Nino—fenomena alam yang membuat awan-awan hujan “berpindah” dari Indonesia ke tengah Samudra Pasifik—sedang aktif dan mulai memberikan dampak. Beberapa wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami kekeringan yang lebih panjang, ketersediaan air yang menyusut, hingga risiko kebakaran lahan yang meningkat. Eddy Hermawan, Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset…

    Baca lebih lanjut…

  • El Nino 2026 Lebih Parah dari 1877? Peneliti BRIN: Jangan Panik Dulu, Data Bicara Lain

    22/05/2026

    Ditulis oleh:

    Narator

    Klaim bahwa El Nino 2026 akan melampaui bencana iklim terbesar dalam sejarah manusia ramai beredar. Peneliti Ahli Utama BRIN membedah klaimnya berdasar data. Sejumlah peneliti dan lembaga meteorologi dunia memperingatkan bahwa fase El Nino yang sedang terbentuk saat ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah, memicu kekhawatiran akan terjadinya volatilitas serta tekanan berat…

    Baca lebih lanjut…

  • Beda Kota Beda Sumber Polusi, BRIN Petakan Karakter Unik PM2.5 di 3 Kota Besar

    22/05/2026

    Ditulis oleh:

    Narator

    Strategi penanganan polusi udara di Indonesia tidak boleh disamaratakan antarwilayah. Riset terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menunjukkan bahwa setiap kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Tangerang, memiliki karakteristik bentuk partikel serta sumber emisi pencemar dominan yang berbeda-beda. Partikulat halus atau PM2.5 telah menjadi salah satu masalah serius di kota-kota besar Indonesia, khususnya di…

    Baca lebih lanjut…

  • Misteri Patahan Gofar: Mengapa Gempa M 6 di Lepas Pantai Ekuador Terjadi bak Jam Dinding?

    22/05/2026

    Ditulis oleh:

    Narator

    Misteri mengapa beberapa jaringan patahan bawah laut jarang memicu gempa megathrust yang merusak akhirnya terpecahkan. Tim ilmuwan internasional berhasil menemukan mekanisme “rem” alami di kedalaman laut yang secara konsisten mampu menahan gempa bumi agar tidak berkembang menjadi bencana katastrofik. Selama lebih dari 30 tahun, sebuah garis patahan yang berada jauh di bawah Samudra Pasifik bagian…

    Baca lebih lanjut…

«Sebelumnya Selanjutnya»

Buku Bentuk dan Kekosongan

Ensiklopedia Aku Ingin Tahu: Dunia Hewan

Ensiklopedia Kisah Planet Bumi

Ensiklopedia Saintis Junior: Hewan

Ensiklopedia Saintis Junior: Tubuh Manusia

Evolusi: Dari Teori ke Fakta

«1234»
  • Beranda
  • Katalog
    • Buku
    • Audio
    • Video
    • Opini
    • Penulis
    • Editor
  • Narasi

Kepustakaan Populer Gramedia

216.73.216.101

  • Facebook
  • Twitter
  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok