Demi Sains, Peneliti Bekukan Lalat Capung yang Sedang Kawin di Udara

Dunia serangga menyimpan rahasia perilaku yang jauh lebih kompleks dari perkiraan kita. Tim peneliti di Jerman baru-baru ini melakukan eksperimen tak biasa: membekukan pasangan lalat capung (mayfly) yang sedang kawin.

Langkah ekstrem ini diambil untuk mengungkap misteri morfologi dan cara kerja organ reproduksi serangga tersebut yang selama ini sulit dipelajari karena dilakukan secara “akrobatik” di udara.

**Hidup Singkat untuk Reproduksi**

Lalat capung adalah serangga dengan siklus hidup yang dramatis. Sebagian besar waktu mereka habis sebagai larva di air tawar. Namun, begitu mencapai fase dewasa, sistem pencernaan mereka menutup dan berubah menjadi semacam balon udara.

Di fase ini, mereka berhenti makan dan hanya hidup untuk satu tujuan: reproduksi.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Insect Systematics and Diversity ini berfokus pada genus Ecdyonurus. Tantangan terbesarnya adalah proses perkawinan mereka berlangsung sangat cepat dan terjadi sambil terbang.

Untuk menangkap momen tersebut, peneliti menggunakan jaring bergagang panjang di kawasan Black Forest, Jerman. Pasangan yang berhasil ditangkap langsung disemprot dengan cairan pembeku dan diawetkan dalam etanol agar posisi organ mereka tidak berubah.

**Struktur Penis Ganda yang Menakjubkan**

Melalui pemindaian X-ray microtomography (μCT) di akselerator partikel Karlsruhe Institute of Technology, peneliti berhasil membuat model 3D dari organ intim lalat capung. Hasilnya sangat mengejutkan.

Lalat capung jantan ternyata memiliki dua lobus penis yang terpisah. Saat kawin di udara, jantan akan menempel pada betina dari bawah, menggunakan kaki depan untuk memegang pangkal sayap betina, lalu melengkungkan perutnya ke atas.

“Pemindaian μCT menunjukkan bahwa penis berubah bentuk selama kawin; otot-otot yang kuat menyebabkan deformasi batang penis, membuat lobus penis terlipat,” tulis tim peneliti dalam pernyataan resmi mereka.

Selain itu, terdapat duri-duri halus di antara penis tersebut yang berfungsi untuk menusuk dan meregangkan kantong kopulasi betina. Hal ini bertujuan agar sperma dalam jumlah besar dapat tertampung dengan maksimal.

**Strategi Bertahan dan Kematian**

Sistem “penguncian” yang kuat ini juga berfungsi untuk menghalau jantan lain yang sering kali mencoba merebut betina di tengah proses perkawinan yang hiruk-pikuk. Namun, keberhasilan reproduksi ini dibayar mahal.

Tak lama setelah ritual kawin selesai, lalat capung jantan biasanya mati karena kelelahan setelah terbang dalam kawanan besar. Sementara itu, lalat capung betina akan bertelur di air dan tak lama kemudian juga menyusul mati.

“Tujuan dari karya ini adalah untuk mengklarifikasi fungsi interaksi genital selama kopulasi pada lalat capung genus Ecdyonurus, dan mengungkap mekanisme yang menyebabkan perubahan konfigurasi penis selama kawin,” jelas tim peneliti.


Sumber: Kompas.com


Buku Terkait:

Nat Geo Seranggapedia