Dalam lembaran sejarah China yang membentang ribuan tahun, para sejarawan sering kali terjebak dalam perdebatan sengit mengenai dinasti mana yang paling kuat dan berpengaruh. Diskusi ini biasanya mengerucut pada dua raksasa: Dinasti Han dan Dinasti Tang.
**Reputasi Cemerlang Era Tang**
Dinasti Tang, yang memerintah dari tahun 618 M hingga 907 M, memiliki reputasi yang sangat mentereng. “Secara luas, masa itu dianggap sebagai zaman keemasan peradaban China,” tulis sejarawan Mike Cohen sebagaimana dikutip dari laman The Collector.
Namun, pencapaian Dinasti Han juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Lantas, manakah yang sebenarnya paling digdaya?
**Warisan Budaya Dinasti Han yang Abadi**
Berkuasa selama lebih dari empat abad (206 SM–220 M), Dinasti Han adalah peletak dasar budaya bangsa. Signifikansinya begitu besar sehingga hingga hari ini, mayoritas etnis di China masih menyebut diri mereka sebagai “orang Han”.
Pada masa kejayaannya, luas wilayah dan populasi Han menyaingi Kekaisaran Roma. Sensus tahun 2 M mencatat populasi mencapai 60 juta jiwa.
**Pencetus Jalur Sutra Legendaris**
Selain itu, Han merupakan pionir yang secara resmi mendirikan Jalur Sutra, rute perdagangan legendaris yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa selama berabad-abad.
**Ekspansi Militer Tang yang Menakjubkan**
Muncul setelah runtuhnya Dinasti Sui, Dinasti Tang yang didirikan oleh keluarga Li membawa China ke level baru. Wilayah kekuasaannya membentang hingga 6,64 juta kilometer persegi ke arah Asia Tengah.
“Li Yuan adalah kaisar pertama dan ia memerintah sebagai Kaisar Gaozu hingga tahun 626 M,” ungkap Cohen.
**Masa Kejayaan di Bawah Taizong dan Xuanzong**
Kejayaan ini diteruskan oleh putranya, Kaisar Taizong (Li Shimin), yang dianggap sebagai salah satu kaisar terbesar dalam sejarah karena ketangguhan militernya dan penyempurnaan sistem hukum yang menjadi dasar hukum bagi negara tetangga seperti Jepang dan Vietnam.
Puncak kekuatan Tang terjadi pada masa Kaisar Xuanzong (712–756 M) yang dikenal sebagai periode High Tang. Meski sensus tahun 754 M mencatat 53 juta orang, para sejarawan percaya jumlah penduduk aslinya jauh lebih tinggi karena banyak warga yang menghindari pajak.
**Wu Zetian: Imperatris Satu-Satunya**
Dikutip dari National Geographic Indonesia, Dinasti Tang juga mencatatkan sejarah unik dengan hadirnya Wu Zetian, satu-satunya pemimpin wanita sah dalam sejarah China. Awalnya seorang selir, ia berhasil mengambil gelar kaisar pada 690 M.
Meski masa pemerintahannya menginterupsi garis keturunan Tang selama 15 tahun, ia berhasil mempertahankan pengaruh China di semenanjung Korea.
**Kekuatan Militer dan Budaya Tang**
Selain kekuatan militer yang mampu membendung kekuatan luar hingga Pertempuran Talas melawan Kekhalifahan Abbasiyah pada 751 M, Tang adalah raksasa budaya. Era ini melahirkan penyair legendaris seperti Li Bai dan Du Fu.
Koleksi The Complete Tang Poems bahkan berisi lebih dari 48.000 puisi yang masih dipelajari hingga saat ini.
**Verdik: Tang Lebih Unggul**
Meskipun Han meletakkan fondasi identitas, kombinasi antara kekuatan militer yang luas, hukum yang diadopsi secara internasional, hingga kekayaan seni yang tak tertandingi membuat Dinasti Tang sering kali dianggap unggul.
“Karena alasan-alasan di atas, Dinasti Tang dianggap sebagai dinasti yang paling kuat dan berpengaruh dalam sejarah China,” pungkas Cohen.
**Inovasi Teknologi di Era Han**
Dinasti Han juga mencatat sejumlah inovasi teknologi revolusioner. Masa ini menyaksikan pengembangan kertas, kompas magnetis, dan sistem administrasi yang canggih. Penemuan kertas oleh Cai Lun pada 105 M mengubah cara komunikasi dan penyebaran ilmu pengetahuan di dunia.
**Sistem Ujian Kekaisaran Tang**
Tang memperkenalkan sistem ujian kekaisaran yang lebih sistematis untuk memilih pejabat pemerintah berdasarkan merit, bukan kelahiran. Sistem ini kemudian menjadi model bagi negara-negara Asia lainnya dan bertahan hingga awal abad ke-20.
**Pertukaran Budaya di Jalur Sutra**
Melalui Jalur Sutra, era Han memfasilitasi pertukaran tidak hanya barang dagangan, tetapi juga ide, teknologi, dan agama. Buddhism masuk ke China melalui rute ini, mengubah lanskap spiritual negeri tersebut secara permanen.
**Kosmopolitan Chang’an**
Ibu kota Tang, Chang’an (sekarang Xi’an), menjadi kota paling kosmopolitan di dunia pada masanya. Dengan populasi lebih dari satu juta jiwa, kota ini menjadi rumah bagi pedagang, diplomat, dan pelancong dari seluruh Asia.
**Dampak Ekonomi dan Perdagangan**
Tang mengembangkan sistem perbankan dan kredit yang sophisticated, memungkinkan perdagangan jarak jauh yang lebih efisien. Mata uang Tang menjadi standar di berbagai wilayah Asia Tengah.
**Legacy dalam Seni dan Arsitektur**
Kedua dinasti meninggalkan warisan arsitektural yang menakjubkan. Han membangun fondasi Tembok Besar China yang kita kenal sekarang, sementara Tang menciptakan gaya arsitektur istana yang menjadi prototype bagi dinasti-dinasti selanjutnya.
**Pengaruh terhadap Negara Tetangga**
System hukum dan administrasi Tang diadopsi oleh Jepang dalam bentuk Kode Taihō, sementara Vietnam dan Korea juga mengadaptasi model pemerintahan Tang. Pengaruh ini berlangsung berabad-abad setelah runtuhnya dinasti.
**Analisis Demografis**
Meskipun angka populasi menunjukkan kekuatan relatif yang sebanding, distribusi geografis kekuasaan Tang jauh lebih luas. Tang menguasai wilayah yang mencakup sebagian Asia Tengah, Tibet, dan Korea, menunjukkan kemampuan proyeksi kekuatan yang superior.
**Faktor Penyebab Runtuhnya**
Han runtuh akibat kombinasi pemberontakan petani, korupsi birokrasi, dan bencana alam. Tang menghadapi tantangan serupa namun ditambah dengan tekanan dari suku nomaden dan pemberontakan An Lushan yang menghancurkan stabilitas politik.
**Pelajaran untuk Era Modern**
Per
Sumber: Kompas.com
Buku Terkait: